Ya Allah.............................................................
capek kaya gini terus
capek selalu ngebukain semua kenangan itu lagi
capek terus-terusan nangis
capek terus-terusan ngarepin sesuatu yang telah meninggalkan semua ini
tapi kenapa aku terus-terusan mau mempertahankannya?
capek gak pernah dipeduliin lagi
capek hati ini berharap
capek otak ini selalu berkhayal bahwa kau sekarang ada disampingku!!!!!!!!!!!!!
tapi akan lebih capek lagi kalau kamu terus-terusan diemin aku :'(
tapi akan lebih capek lagi kalau kamu terus-terusan mengusirku :'(
tapi akan lebih sangat capek lagi kalau kamu meninggalkanku :'(
Should I Fight for all of this or let it go ?
Masih ingat file ini "List of Mine"
There's something inside this
"When I Was Your Man"
Our song on the radio but it don't sound the same
When our friends talk about you, all it does is just tear me down
'Cause my heart breaks a little when I hear your name
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
'Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…
And it haunts me every time I close my eyes
It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
'Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
Although it hurts
I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know
I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
'Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man
Do all the things I should have done
When I was your man
Flashback or Can't go back?
Beberapa hari ini aku selalu begadang, bahkan beberapa hari yang lalupun aku tidak berada dikosan, ngelayap, main dan masih banyak hal bodoh yang aku lakukan. Mungkin terkesan agak konyol dan sia-sia namun yah itulah kehidupanku sekarang, seperti kapal yang tak bernahkoda, terombang-ambing oleh ombak, terhempas batu karang dan agaknya sudah bocor hampir tenggelam. Seperti 7malam sebelumnya, aku hanya terdiam menatap langit-langit kosanku yang berdebu, entah mengapa mata ini belum bisa terpejam juga, apa karena rasa sakit itu datang lagi? Yahhhh.... beberapa hari yang lalu kalau tidak salah tepatnya malam jum'at, perutku terasa aneh lagi, di bagian tengah dibawah dada, sama seperti waktu bulan lalu yang aku rasakan, tapi ada sedikit perbedaan malam itu aku merasa nyeri dan susah bernafas, susah tidur dan ahirnya begadang sampai pagi. Aku tahu penyebabnya tidaklah lain karena waktu makanku yang tidak teratur. Jadwal makanku bisa dihitung perharinya dengan jari, yahhh hanya dengan jari!!! terbukti malam inipun aku masih ingat kalau aku hanya memakan nasi setengah bungkus disiang tadi, sampai sekarang belum makan lagi. Ada sesuatu yang timbul dalam hati dimana adanya seseorang yang selalu memperhatikan pola makanku, jadwal tidurku dan masih banyak hal yang terkecil yang dia ingatkan padaku. Aku hanya berharap semoga aku selalu diberikan kesehatan selalu.
Dan aku ingat semuanya
Selepas shalat ini ku biasakan membaca ayat suciNya, ar-rahman yang didalamnya telah membukakan mataku atas apa yang telah aku lakukan di tahun lalu, "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?" harusnya aku tetap bersyukur atas semua yang telah Kau berikan padaku, termasuk dia yang telah Kau berikan untukku, aku yakin semua ini telah dituliskan sejak aku masih dalam kandungan ibuku, dan sungguh ya Robb aku sangat bersyukur telah dipertemukan dengan dia. Sejak malam itu aku tidak pernah lagi keluar kamar, yahaahhh hanya keluar disaat aku mencari makanan itupun tidak aku makan disaat dikamar, entahlah aku merasa tidak lapar ahir-ahir ini, hanya mengurung diri dikamar, bolak-balik membuka HP dengan harapan ada kabar darimmu, yaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh..................dan Malam ini aku ingat semua tentangnya.
- aku ingat kamu dan ibu selalu memperlakukan aku dengan baik, ibu tidak pernah menyuruhku untuk melakukan apapun, dia sangat sayang kepadaku, bahkan ibu lah yang sangat sering mengingatkanku untuk tidak lupa makan.
- aku ingat betapa kalian sangat berusaha menyediakan makanan apapun untukku, bermacam bentuknya dan aku yakin telah menghabiskan uang yang seharusnya kalian pakai untuk kebutuhan sehari-hari kalian.
- aku ingat dulu ibu selalu membeli ikan dikala aku main kesana, tapi setelah tahu aku alergi diapun bingung mau masak apa
- aku ingat ibu selalu menyiapkan sarapan di pagi buta untukku karena dia tahu kalo aku tuh gak pernah sarapan pagi
- aku ingat ibu selalu mengingatkanku untuk minum air turmanium agar selalu sehat
- aku ingat ibu selalu menjemputku di gang ketika aku main kesana agar orang-orang tidak mencemoohku di jalan padahal ibu pasti capek berjalan dari kontrakan ke gang namun dia tidak pernah menunjukannya
- aku ingat kamulah yang sering main kekosanku, padahal ongkosnya pas-pasan namun kamu tetap menemuiku
- aku ingat mendoan buatanmu yang enak itu, dengan sabar kau membangunkanku untuk makan mendoan namun aku marah karena terlalu ngantuk dan akhirnya mendoanmu tidak termakan, padahal aku janji akan bangun saat mendoannya matang namun aku selalu mengingkarinya
- aku ingat kamu selalu menemaniku sampai aku tertidur, padahal kamu juga pasti capek dan ngantuk
- aku ingat kamu selalu memijit kakiku yang capek karena perjalanan dari depok-cileungsi, padahal pasti kakimu lebih capek karena seharian kerja
- aku ingat kamu selalu mengingatkanku untuk makan, karena kamu tahu kalo aku susah makan dan punya penyakit lambung itu.
- aku ingat kamu selalu menanyakanku mau makan apa? padahal aku jarang menanyakanmu untuk makan apa, kamu selalu menjawab akan makan apapun yang aku makan, kamu simple dan selalu mementingkan aku
- aku ingat kamu selalu membawakan aku ice cream saat kamu pulang kerja
- aku ingat kamu dan ibu tidak berani untuk memakan ice creamku di kulkas yang telah berhari-hari
- aku ingat kamu selalu cepat sampai dirumah ketika aku main disana
- aku ingat kamu menjemputku di terminal saat aku pulang kampung, berlari-lari dan membawakan semua bawaanku yang berat, namun aku malah marah-marah karena kamu telat sedikit saja, sepanjang jalan aku cemberut namun kamu tetap sabar
- aku ingat kamu mengajakku jalan-jalan ke mekar sari, melayani ketololanku yang selalu meminta untuk memfotokanku padahal pasti kamu juga capek
- aku ingat kamu selalu mengimami shalat
- aku ingat suara mengajimu yang indah itu
- aku ingat kamu selalu menggenggam tanganku, selalu menjagaku
- aku ingat kamu tak tega melihatku yang merengek meminta rujak padahal saat itu aku sedang sakit
- aku ingat kamu dipasar membawakan semua belanjaan, sayuran, hujan-hujanan di malam minggu dan tetap menggenggam tanganku, selalu menjagaku
- aku ingat janjimu yang akan menikahiku tahun depan setelah kamu wisuda
- aku ingat kamu akan memberikanku password BB mu setelah aku melahirkan anak kita nanti
- aku ingat twittermu yang selalu aku acak-acak
- aku ingat foto-fotoku dilaptopmu
- aku ingat file-file di Mc.word yang kau tuliskan disaat menungguiku dikala tidur
- aku ingat dilaptopmu kau simpan note-note ku
- aku ingat kamu menuliskan sesuatu di mc.word dilaptopmu dan aku membacanya semua
- aku ingat pelukan pertamamu di bulan september itu tepatnya setelah aku pulang kampung
- aku ingat aku keterlaluan padamu
- aku ingat aku selalu memarahimu, mengusirmu, melemparimu dengan bantal,memukulmu,dan melampiaskan segala kekesalanku padamu secara fisik
- aku ingat raut wajah sedihmu kala itu,namun kau tetap sabar menungguiku
- aku ingat kamu malam itu menyerahkan secarik kertas bertuliskan perpisahan
- aku ingat kamu malam itu dengan raut muka yang sedih dan meninggalkanku tanpa menoleh ke belakang
- aku ingat kamu malam itu tak mau lagi melihat mukaku
- aku ingat aku pantas kau marahi
- aku ingat aku pantas ditinggalkan olehmu
- aku ingat aku pantas kau perlakukan seperti ini
- tapi aku ingat satu hal yang telah aku minta janjikan padamu, di janji kelingking itu masih ingatkah kau dengan janji itu?aku minta kau untuk berjanji selalu menyayangiku
- aku ingat aku selalu bilang huny oon, lemot, jelek, tapi aku sayang huny!!!!!!!
Mungkin Benar
Mungkin benar sekarang kau telah menghapus semua tentang aku
begitupun dengan ibumu
Mungkin benar saat ini kau bisa melupakan semuanya
seperti tak terjadi apa-apa
Mungkin benar kau tak akan memafkanku
begitupun dengan ibumu
Mungkin benar kau tlah membuang jauh semua kenangan kita berdua
seperti tak pernah adanya dulu aku di hatimu
Mungkin benar aku tak akan bisa lagi denganmu
Mungkin benar aku tak akan bisa lagi bertemu denganmu
Mungkin benar aku tak akan bisa lagi memelukmu
Mungkin benar aku harus melupakanmu
Mungkin benar aku harus merelakanmu
Mungkin benar aku harus mengikhlaskanmu
Mungkin benar aku harus membuang jauh semua janji janjimu dulu
Mungkin benar aku akan tetap menunggumu
1-1-2014
I'm standing alone in the rain
Watching you out there
Hoping you here to come back for me
But there's I know your answer
You wouldn't back for me
I just wanna tell you that
I missing you a lot
Yah di Pagi hujan ini
Niatan untuk pulang ke kampung halaman pun di batalkan oleh ibu, ketika aku memberinya kabar bahwa aku akan pulang, dia hanya bilang sudahlah tak ada ibu urus semuanya dengan bapakmu, kasihan pamanmu sudah tidak ada keluarga lagi. Yahhh... memang paman hidup sendiri dari dulu dan seingatku dia mempunyai mantan istri di tetangga desa kami namun dia tidak pernah menghubungi mantan istrinya itu, dari mantan istrinya itu dia memiliki 2 buah hati yang lucu-lucu yang kini sudah beranjak remaja. Pamanku itu adalah seorang lelaki yang humoris dan ringan tangan kepada siapapun, dia suka membantu dan sering memberi uang kepada aku dan adikku. Kala itu juga dia suka membantu perekonomian keluargaku, ibu selalu mencucikan baju-bajunya yang kotor bekas lumpur di sawah dan dia selalu memberi upah yang banyak kepada ibu. Maklum kondisi keluarga saat itu memang sangat susah. Kini paman baikku telah pergi ada rasa kosong dan iba padanya yang tak punya keluarga lagi. Ibu bilang aku tak usah pulang karena bapak dan nenek masih dalam perseteruan. Sedih memang mendengarnya dan mungkin tidak akan bisa terbayangkan kenapa hal ini terjadi kepada keluargaku, kenapa tidak kepada keluarga orang lain saja, itulah yang selalu ku keluhkan di saat berdo'a, selalu minta kepadanya agar bapak dan nenek akur kembali seperti dulu, seperti sebelum peri kecil kami ada.
Aku masih ingat kejadian bulan lalu, aku kembali ke jakarta dengan perasaan kacau dan sedih. Sepanjang perjalanan itu bapak hanya diam dia tidak seperti biasanya yang mengajakku ngobrol di atas sepeda motor butut yang aku beli dengan jerih payahku sendiri di tahun 2009 itu. Yang aku ingat saat itu dia hanya mengatakan satu hal kepadaku :" kanapa pulang ke jakartanya hari ini?bukankah masih ada 2 hari lagi kau libur?" dan aku hanya menjawab :"iya pak, tadi di telpon sama orang untuk mencarikan tiket dan aku harus segera kembali ke jakarta." Padahal saat itu aku berbohong padanya, tidak ada orang yang akan ku carikan tiket, aku hanya tidak bisa bertahan dengan kondisi rumahku yang seperti itu. Aku tahu saat aku bersalaman dengan ibu di belakang rumah, ibu menangis aku tahu itu bu, namun aku tak kuasa melihatmu dan langsung beranjak pergi begitupun di sepanjang jalan itu ketika bapak bertanya akupun hanya bisa menangis di atas roda dua itu, menangis diam tanpa suara. Yahhhh... mungkin faktor umur yang mengajarkanku untuk menangis tanpa suara, padahal sebelumnya aku selalu menangis dengan keras.
Kembali ke persoalan pamanku yang baik hati itu aku menjadi cemas pada ibu yang mengurus semua pemakamannya. Pasti ibu capek, lelah dan entah perasaan apa lagi yang akan dia tutupi pada kejadian hari ini. Yang aku tahu pasti dia akan sering pergi ke kamar hanya untuk mengelap pojok pipinya karena telah basah oleh air mata. Aku tahu ibu sering menangis dari dulu, dia diam-diam pergi ke kamar dan menangis, namun dikala tangisannya itu dia tidak pernah memperlihatkan kepada kami anak-anaknya. Dari kecil pula aku selalu menanagis keluar ketika tahu ibu pergi ke kamar, lalu aku lari ke kamar mandi untuk mencuci mukaku agar ibu tidak tahu. Aku ingin bisa sepertinya yang kuat dan selalu bertahan akan kehidupan keluarga kami yang serba sederhana. Bapak mungkin tahu tapi aku yakin dia tidak memperdulikannya, aku tahu betul sifat bapakku yang sering berfoya-foya ketika memiliki uang banyak. Dia tidak selalu memberikan semua uang hasil mengojek kepada ibu, dia menyimpannya sebagian untuk membeli keperluan-keperluan dia yang tidak sama sekali di butuhkan untuk lelaki seumuran dia. Ibu selalu marah dan kesal akan perbuatannya namun ibu hanya bisa kesal dan marah namun tidak bisa menghentikannya.
Bapakku yang telah berkepala empat lebih itu kini kebanyakan diam setelah apa yang aku perbuat padanya bulan lalu itulah kata ibu di sms yang selama ini selalu menceritakan apa yang telah terjadi di keluarga kami. Aku tahu ibu sangat membutuhkan orang untuk mendengar semua keluh kesahnya selama ini, aku tahu ibu telah lelah hati akan semuanya dan umurnya sudah tidak mampu untuk menampung semua persoalan hidup yang dialaminya. Ibu berani bercerita kepadaku semenjak aku bekerja di ibukota 3tahun yang lalu, mungkin diaa berfikir bahwa ank sulungnya kini harus lebih dewasa dan mengetahui segala apa yang terjadi di dalam keluarga kami, ketika ibu menceritakan apa yang sedang dia rasakan aku hanya diam dan terkadang tidak membalasnya, aku hanya membaca dan merasakan apa yang kini tengah ibu rasakan dan aku yakin ibupun tahu bahwa anak-anaknya juga sama sepertinya yang tidak bisa menahan tangis. Dia selalu bercerita dengan lembut, seakan dia memilih kata yang paling halus agar kami anak-anaknya tidak akan menangis saat membaca ceritanya namun tetap saja kami anak-anakmu yang lemah bu, kau tahu kan sifat anak-anakmu ini?mungkin ibu tahu aku sering menangis dirumah, disaat semua tengah tertidur aku hanya bisa menerawang ke atap rumah yang dipenuhi dengan debu dan rumah para laba-laba yang hampir roboh itu, kapankah aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku?? pertanyaan itu masih selalu ku pertanyakan hampir setiap hari.
3tahun yang lalu aku bekerja semampuku untuk bisa menjawab semua pertanyaan itu, namun aku rasa itu semua belum cukup. Ibu masih tetap menangis dikamar, bapak masih tetap bertengkar dengan nenek, adik yang masih mencari uang sendiri disana, itu semua belum bisa ku perbaiki sampai saat ini dan itu menunjukkan bahwa aku belum bisa membahagiakan mereka. Sungguh aku tak tega melihat adikku yang masih muda untuk bekerja sendiri, sekarang dialah yang menjadi topangan keluargaku, aku merasa sangat tidak layak untuk menjadi seorang anak pertama yang tidak bisa menyisihkan uangku setiap bulan untuk ibu, aku sangat berterimakasih kepadamu dek,maafkan kakakmu yang telah menyusahkanmu dengan beban hidup disetiap bulannya.
Aku tahu bu engkau masih menyimpan buku diari 3tahun lalu yang aku simpan rapat-rapat dikoper, namun kaupun pasti menemukannya disaat membersihkan kamarku, entah apa yang akan kau rasakan ketika membaca semuanya tulisanku disana. Ibu apakah kau tahu sekarang anak sulungmu sedang apa? anak sulungmu ini merindukanmu bu, merindukan suasan keluarga harmonis yang dulu pernah kita rasakan. Ibu apa kau tahu anak sulungmu juga sekarang belum bisa pulang karena malu dengan pertanyaan-pertanyaan tetangga yang selalu menghardiknya untuk segera menikah. Aku tahu ibu juga merasakannya, aku tahu ibu juga pasti cemas disetiap harinya.
Yaaahhh.... Ibu di pagi yang hujan ini banyak sekali yang kufikirkan, mungkin inilah kegalauan terbesar selama tahun 2013 ini. Masalah keluarga, masalah keuangan, dan masalah perasaan bu yang sekarang masih membuatku bertahan untuk tidak makan nasi. Yahhhh... ternyata aku kuat untuk tidak makan nasi hampir 2 hari ini bu, hebat kan bu anakmu ini???Jika saja kau tahu mungkin engkau akan memarahiku bu, iya bu hari ini aku akan nasi, aku harus tetap menjalani kehidupanku bu, sama sepertimu yang sedang terus bertahan dengan keluarga kita bu, aku janji aku akan makan dengan teratur bu, aku akan menyelesaikan kuliahku dengan benar, aku akan terus mencoba untuk menjadi yang terbaik untuk Ibu. Aku selalu ingat dengan pesanmu bu, "Do'a Ibu akan selalu menyertai anak-anak ibu"
I love you Mom, more than anything in this world. You are myworld, my everything Mom.






